Sekilas Papua Nugini
Posted by wahyupnguinea on February 29, 2008
Papua Nugini merupakan sebuah negara yang memperoleh kemerdekaan dari Australia pada 1975, terletak di sebelah Barat Daya Samudera Pasifik, tepatnya di sebelah utara Australia dan sebelah timur Indonesia. Dengan Ibu Kota Port Moresby. Papua Nugini mempunyai luas wilayah 461.691 km2. Ciri-ciri geografis utama adalah merupakan daerah Pegunungan yaitu deret pegunungan tengah yang membentang sepanjang perbatasan antara Papua Nugini dengan Irian Jaya ( Negara Indonesia ), lembah-lembah curam yang tinggi yang terletak diantara deretan gunung-gunung, dan sungai-sungai besar. Disebelah timur Papua Nugini, terdapat beberapa pulau kecil seperti : Pulau Britania Baru, pulau Irlandia Baru, kepulauan Admiralty, Woodlark, pulau Trobriand, D’Entrecasteaux, dan Louisiade. Maka dari itu keberadaan Papua Nugini merupakan satu daratan dengan Irian Jaya. Bangsa Eropa yang pertama kali menggunjungi pulau Irian diperkirakan adalah para penjelajah berbahasa Spanyol dan Portugis pada abad ke-16. Namun sampai abad ke-19 hanya sedikit wilayah dan jumlah penduduk yang diketahui. Awal abad ke-19 bangsa Belanda menempati pulau Irian bagian Barat, yang pada abad ini pula bangsa Jerman mendiriikan koloninya dibagian timur laut pulau, dan Inggris disebelah tenggara. Tahun 1906 Australia mengambil alih Irian dari Wilayah Inggris dan memerintahnya sebagai wilayah Papua. Australia menduduki Irian dari wilayah Jerman pada permulaan PD 1 yang kemudian mereka mengurusnya sebagai wilayah Nugini, mula-mula sebagai suatu mandat dari Liga Bangsa – Bangsa dan kemudian sebagai suatu wilayah perwalian Perserikatan Bangsa – Bangsa. Pada tahun 1949 pemerintah pada kedua wilayah itu dipersatukan.
Kemudian pada akhirnya Papua Nugini mendapatkan kemerdekaan penuh dari Australia pada tanggal 16 September 1975, sehingga mereka mempunyai hak untuk melakukan pengawasan dan perintah sendiri tanpa campur tangan negara lain. Penduduk pertama yang mendiami Papua Nugini berasal dari Asia Tenggara kira-kira 40,000 tahun yang lalu sejak zaman Pleistocene, atau masa es. Pada waktu itu tatanan es lebih besar dari pada es yang ada pada zaman sekarang, dan lebih banyak air yang terkunci dalam lingkup bekuan es, hal ini merupakan lautan es yang dangkal. Banyak dari kepulauan Indonesia sekarang ini merupakan bagian dari daratan Asia, maka dari itu hanya sedikit rintangan air yang menjadi penghalang migrasi manusia.
Populasi Penduduk di Papua Nugini pada 2005 mencapai 5,545,268 dan lebih dari 4/5 jumlah masyarakat tinggal di Mainland. Hampir seluruh populasi yang ada termasuk pada etnis Papua atau kelompok etnik Melanesia. Penduduk Papua Nugini merupakan percampuran dari kelompok etnik dan kelompok suku, baik yang masih dalam satu rumpun ataupun tidak dalam satu rumpun, serta terdapat sekitar seribu suku yang hidup tersebar di berbagai pelosok desa dan terbagi dalam tiga bagian utama. Yakni Bangsa Pigmi, Irian, dan Melanesia. Terdapat sebuah minoritas kecil dari kulit putih yakni kebanyakan dari bangsa Australia dan China. Banyak dari etnik Papua tinggal di pedalaman Pegunungan dan di dataran bagian selatan.
Etnik Melanesia pada umumnya menempati bagian utara dan timur Mainland, dan di kepulauan. Kota terbesar dintaranya adalah Port Moresby, lae, Madang, Wewak, dan Goroka, akan tetapi kota-kota tersebut relatif kecil dan hanya Port Moresby dan Lae yang mempunyai lebih dari 50,000 penduduk. Penduduk lebih banyak tinggal di daerah Pedesaan, dan hanya 13 % dari jumlah populasi Penduduk yang tinggal di daerah Perkotaan. Penyebaran Penduduk di Papua Nugini pada umumnya tidak merata. Biasanya wilayah pantai dan daerah lembah di pedalaman yang lebih subur memiliki tingkat kepadatan Penduduk yang sangat tinggi karena kondisi tanahnya yang cenderung lebih subur, akan tetapi dewasa ini tingkat kepadatan penduduk di kota-kota besar cenderung meningkat. Hal ini disebabkan karena oleh adanya pertumbuhan Industri manufaktur dan Industri jasa yang ada di kawasan perkotaan yang dirasakan akan memberikan kesempatan hidup yang lebih baik.
Bahasa merupakan salah satu kendala dalam berkomunikasi diantara banyak negara di dunia, diantaranya adalah dalam penduduk Papua Nugini yang disebabkan karena terdapat beratus-ratus bahasa lokal yang digunakan di setiap daerah yang berlainan. Salah satunya adalah bahasa Pijin Melanesia yang digunakan secara luas di bagian sebelah utara Papua Nugini yang juga bahasa Pijin ini digunakan oleh daerah lainnya. Pijin merupakan suatu bentk bahasa Inggris yang disederhanakan dan disesuaikan dengan beberapa kosakata dari bahasa-bahasa lain. Meskipun bahasa Pijin banyak digunakan oleh masyarakat Papua Nugini, akan tetapi penggunaan bahasa Inggris tetap sebagai bahasa resmi Negara.
Lebih dari 700 bahasa yang berbeda dan dialek bicara diantara masyarakat etnik Papua dan Melanesia. Bahasa Melanesia lebih banyak digunakan sebagai bahasa keluarga Austronesian, termasuk diantaranya bahasa asing di kepulauan Pasifik. Bahasa etnik Papua termasuk dalam sebuah bahasa keluarga yang tegas yaitu yang disebut dengan Papuan. Penyebaran geografi bahasa Papuan sangat terbatas di Negara Papua Nugini dan Kepulauan timur dari Negara Indonesia. Enga yang merupakan bahasa Papuan yang paling banyak digunakan dan dipakai dalam kawasan tengah Papua Nugini. Bahasa Inggris yang digunakan sebagai bahas resmi dan digunakan dalam pelajaran sekolah, merupakan aturan dari kolonial yang sah. Ini sangat mudah dimengerti, akan tetapi hanya sedikit bagian dari populasi penduduk yang bisa memakai bahasa Inggris dengan lancar.
Prinsip bahasa persatuan, yang berbicara lebih dari setengah populasi penduduk, mereka adalah Tok Pisin, bahasa Pidgin yang berasal dari bahasa Inggris, Jerman, dan bahasa Melanesia. Banyak diantara masyarakat Papua Nugini yang mempertahankan kepercayaan tradisionalnya, seperti melakukan pemujaan terhadap roh nenek moyang. Sekitar dua pertiga dari masyarakat menganut agama Kristen, akan tetapi banyak juga dari mereka ( penganut agama Nasrani ) yang masih memelihara kepercayaan tradisional. Selain Kristen, juga terdapat Roman Katolik dan Lutheranism. Pemerintahan Papua Nugini berada dibawah konstitusi 1975.
Papua Nugini merupakan negara dengan sistem demokrasi Parlementer dibawah kekuasaan Monarki konstitusional, selain itu negara ini juga tergabung dalam organisasi persemakmuran yang mengakui monarki Inggris sebagai raja yang berkuasa, dan sebagai simbol kepala Negara. Lembaga Negaranya adalah Majelis Parlemen Unikameral ( 1 kamar ). Perdana Menteri adalah kepala pemerintahan yaitu pimpinan dari partai mayoritas dalam majelis parlemen dan membentuk kabinetnya diantara para anggota parlemen. Semenjak Papua Nugini memperoleh kemerdekaan dari Australia pada 1975, tatanan politik negara ini tidak stabil. Disana timbul banyak partai, dan banyak dari para anggota parlemen memiliki kesetiaan yang besar terhadap partai.
Kelompok politik utama termasuk diantaranya Partai Pangu, Partai masyarakat maju, Aliansi Melanesia, Partai Nasional, dan pergerakan masyarakat demokrasi, dan juga terdapat banyak partai kecil lainnya.
|
GDP dalam ( U.S $ ) |
$ 3.18 milyar ( 2003 ) |
| GDP per kapita ( U.S.$ ) | $ 580 ( 2003 0 |
| Unit Moneter | 1 Kina ( K ), |
| Jumlah Tenaga Kerja | 2,664,996 ( 2003 ) |
| Rata2 Bkn tenaga Kerja | Not available |
Ekonomi Papua Nugini tergantung pada subsistensi aktivitas pertanian dan perikanan, dan pada komoditas exsport utama. Hal tersebut diantaranya hasil dari panenan tumbuhan, Produk Hutan, dan Mineral. Sekitar 26 % dari produk pendapatan dalam negeri ( GDP ) adalah didatangkan dari pertanian, hasil alam, dan perikanan; dan sekitar 39 % dari sektor Industri, termasuk manufaktur dan pembangunan. Pada tahun 2003 GDP mencapai $3.2 Miliar, atau sekitar $580 per orang. Penyesalan Pemerintah terhadap promosi Turism, kejahatan yang tersebar luas dan ketidakstabilan politik yang meyebabkan ketidakmajuan dalam industri turis.


